Pendampingan Posyandu di Desa Kertomulyo dengan Mahasiswa KKN-IK IAIN KUDUS

Kertomulyo 13 September 2021_Posyandu adalah jenis pelayanan kepada anak berupa penimbangan untuk memantau pertumbuhan anak. Posyandu sudah dikenal sejak lama sebagai pusat pelayanan kesehatan dasar bagi ibu hamil, orang tua dan balita. Kini, Posyandu dituntut untuk mampu menyediakan informasi kesehatan secara lengkap sehingga menjadi sentra kegiatan kesehatan masyarakat. Keberadaan posyandu sudah menjadi hal yang penting di tengah masyarakat, selain berfungsi sebagai wadah pemberdayaan masyarakat juga mendekatkan pelayanan dasar bidang kesehatan terutama berkaitan dengan penurunan angka kematian ibu, angka kematian bayi dan angka kematian balita.

 

Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN_IK IAIN KUDUS posko 2 adalah pendampingan posyandu oleh devisi kesehatan. Adapun tujuan posyandu yaitu menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB), menambah asupan gizi dan vitamin yang diperlukan oleh balita, memberikan penyuluhan tentang asupan gizi serta cara pemberian ASI yang baik serta meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan KB. Beberapa kegiatan utama pada posyandu adalah KIA, KB, Imunisasi, gizi, dan penanggulangan diare.

Kegiatan posyandu balita diadakan di salah satu rumah warga yang dijadikan sebagai posko di Desa Kertomulyo , hari senin tanggal 13 September 2021. Kegiatan posyandu dimulai pada pukul 09.00-11.00 WIB. Balita yang mengikuti posyandu berjumlah sekitar 30 anak. Kegiatan ini dilakukan oleh  beberapa kader posyandu dan mahasiswa KKN-IK yang membantu dalam proses posyandu.

 

Kegiatan posyandu ini diawali dengan penimbangan balita, penimbangan berat badan,  pengukuran lingkar kepala, mengukur tinggi badan, kemudian menyerahkan buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) yang mana didalam buku ini berisi catatan kesehatan ibu (hamil, bersalin dan nifas) dan anak (bayi baru lahir sampai anak usia 5 tahun) serta berbagai informasi cara memelihara dan merawat kesehatan ibu dan anak.

Penimbangan Balita, Pengukuran tinggi badan, dan pengukuran lingkar kepala: dilakukan tiap 1 bulan sekali di posyandu. Penimbangan secara rutin di posyandu untuk pemantauan pertumbuhan terkait naik turunnya berat badan dan mendeteksi sedini mungkin penyimpangan pertumbuhan balita. Dari penimbangan yang kemudian dicatat di KMS, dari data tersebut dapat diketahui status pertumbuhan balita, apabila penyelenggaraan posyandu baik maka upaya untuk pemenuhan dasar pertumbuhan anak akan baik pula.

KMS adalah kartu untuk mencatat dan memantau pekembangan balita dengan melihat garis pertumbuhan berat badan anak dari bulan ke bulan. Pada KMS dapat diketahui status pertumbuhan anaknya.

 

Di masa pandemi, para kader posyandu juga perlu diberikan penyegaran materi dengan memperhatikan protokol kesehatan untuk membantu  mengedukasi masyarakat sehingga dapat menekan penyebaran virus corona.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan